Keberkatan dan kemuliaan bulan Sya’aban

Petikan daripada http://madinatulilmi.com

Bulan sya’ban adalah salah satu bulan
yang mulia, penuh berkah dan kebaikan. Ketaatan di dalamnya adalah
perdagangan yang menguntungkan dan amal sholeh pada bulan ini adalah
jalan meraih kesuksesan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Sebab disana
ada keterkaitan yang kuat antara Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Sehingga
dikatakan bahwa Rajab adalah bulan menanam benih kebaikan atau amal
sholeh, Sya’ban bulan untuk menyirami dan memupuk dan Ramadhan adalah
bulan untuk memanen tanaman yang tumbuh dari benih itu.

Kebiasaan para pendahulu kita, jika tiba bulan sya’ban mereka
merayakan dan memuliakannya dengan bearaneka macam ibadah dan amal
sholeh, seperti taubat, dzikrullah, ziarah kepada Rasulullah, umrah dan
lainnya. Memang seyogyanya beribadah tidak hanya pada bulan tertentu,
tapi mereka yang memiliki mata hati dan pengenalan hakikat keberadaan
bulan ini lebih mengkhususkan dan menambah porsi dan kualitasnya.
Menilik bahwa bulan sya’ban ini penuh rahasia dan nilai historis
(sejarah) yang sangat berharga yang tidak dapat dilupakan manusia.

Cukup menunjukkan keagungan bulan ini dimana Rasulullah menisbatkannya kepada diri beliau dengan sabdanya :

Sya’ban adalah bulanku “ ( HR. Ad dailami dari Anas bin Malik dan
diriwayatkan juga oleh Al Fath bin Abil Fawaris dari Al Hasan Al Bashri
dengan status Hadits Mursal )
Dalam riwayat Ad dailami dari As Sayyidah Aisyah, Nabi Muhammad saw bersabda (yang artinya):
“ Sya’ban adalah bulanku dan ramadhan bulan Allah, sya’ban adalah penyuci dan Ramadhan adalah penggugur (dosa) “

Maka
dari sinilah kemudian ulama menyebutkan pula bahwa sya’ban adalah bulan
sholawat kepada beliau saw. As sayyid Muhammad Alawy al Maliki al
Hasani berpendapat bahwa rahasia kenapa Nabi saw menisbatkan sya’ban
kepada beliau, karena pada bulan inilah turun ayat sholawat dan salam
kepada beliau saw (surat al Ahzaab ayat 56).

Memang demikianlah
dikatakan sebagian besar ulama bahwa ayat tersebut diturunkan pada bulan
sya’ban, seperti al Imam Ibnu Shoif al Yamani dan al imam Syihabuddin
al Qusthullany. Al Imam Ibnu Hajar al ‘Asqolani menyebutkan bahwa ayat
tersebut diturunkan pada tahun kedua Hijriyah.

Dan begitu pula
bulan ini menjadi begitu mulia karena ternyata dalam beberapa hadits
diterangkan bahwa beliau saw memperbanyak puasa sunnah didalamnya. Maka
kita sebagai umat beliau seharusnya mengikuti langkah beliau, itulah
cerminan mahabbah kita kepada beliau yang akhirnya membuahkan kecintaan
Allah swt.
Suatu ketika Nabi ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadhan, beliau bersabda:
“ Puasa di bulan sya’ban untuk memuliakan Ramadhan “ (HR. At Tirmidzi)

Bahkan As Sayyidah Aisyah berkata:

Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan
Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau berpuasa (selain Ramdhan) lebih
banyak daripada pada bulan Sya’ban “. (HR. Al Bukhori, Muslim dan Abu
Dawud)
Dalam riwayat Al Bukhori yang lain, As Sayyidah Aisyah berkata:
“ Beliau saw berpuasa pada bulan sya’ban seluruhnya “.

Dalam
kitabnya Maadza fii sya’ban, as Sayyid Muhammad Alawy al Maliki
menyebutkan bahwa beliau saw mengkhususkan sya’ban dengan banyak puasa
sunnah di dalamnya adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi dan
menyongsong Ramadhan, sebagaimana sholat sunnah rawatib dilakukan untuk
mempersiapkan diri memasuki sholat fardhu.

Dalam hadits yang
diriwayatkan oleh An Nasai dan ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, usamah
bin Zeid RA bertanya kepada Rasulullah SAW kenapa beliau banyak berpuasa
di bulan sya’ban daripada bulan lainnya, Rasulullah menjawab:
“ Itu
(sya’ban) adalah bulan dimana banyak orang lalai di dalamnya, yakni
antara rajab dan ramadhan, bulan ini adalah bulan dimana amal-amal
disodorkan kepada Allah Pencipta sekalian alam, maka aku suka agar
diangkat amalku dalam keadaan berpuasa “.

Hadits ini pula yang
menjadikan bulan sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu bulan
dimana amal-amal setiap hamba diangkat dan dihadapkan kepada Allah swt.
Dan
ternyata penyodoran amal ini tidak hanya pada bulan sya’ban saja. Hanya
saja di bulan sya’ban ini dikatakan sebagai penyodoran amal tahunan.
Padahal ada pula penyodoran amal mingguan dan harian. Sebagaimana
diriwayatkan oleh al Imam al Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu
Hurairah, Rasulullah saw bersabda :
“ Saling silih berganti kepada
kalian malaikat di waktu malam dan malaikat di waktu siang, dan mereka
berkumpul pada sholat subuh dan sholat ashar, kemudian malaikat yang
bermalam bersama kalian naik (ke langit), lalu Allah bertanya kepada
mereka:”Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku?” (padahal Dia lebih
mengetahui), malaikat menjawab:”kami tinggalkan mereka dalam keadaan
sholat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan sholat”.

Ini adalah penyodoran amal harian, setiap waktu subuh dan asar.
Adapun
penyodoran amal dalam sepekan (sejum’at), yaitu setiap hari Isnin dan
Khamis, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dan
Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah saw bersabda:
“ Amal-amal disodorkan kepada Allah swt setiap hari Isnin dan Khamis“
Dalam riwayat at Tirmidzi yang lain Nabi saw bersabda:
“Amal-amal
disodorkan kepada Allah swt setiap hari Isnin dan Khamis, maka aku
ingin agar amalku diangkat dalam keadaan berpuasa“.

Untuk
menunjukkan kemuliaan bulan ini pula, sya’ban dinamakan syahrul quran
(bulan al quran). Memang setiap saat kita sangat dianjurkan membaca al
quran, lebih-lebih di waktu yang mulia seperti ramadhan dan sya’ban dan
di tempat yang terhormat seperti Makkah al Mukarromah, Raudhoh As
Sarifah dan lainnya.

Adalah al Imam ‘Amr bin Qais al Malai jika
tiba bulan sya’ban beliau menutup tempat ibadahnya dan menghabiskan
waktu disana dengan membaca al quran. Maka dikatakan oleh al Imam as
Syeikh Ahmad bin Hijazi bahwa salafussholeh senantiasa menghabiskan
waktu pada bulan sya’ban ini dengan membaca al quran, maka ikutilah
langkah mereka dan berjalanlah di belakang mereka.

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: